Latest Post

Pelalawan Kembali Meraih Opini WTP dari BPK

Written By black wiedy on Rabu, 04 Juni 2014 | 15.40

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Bupati Pelalawan
Pangkalan Kerinci - Pelalawan- Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedua kalinya dari BPK RI.

"Hari ini Bupati Pelalawan terima laporan hasil pemeriksaan BPK tahun 2013 dengan opini wajar tanpa pengecualian,"sebut Kabag Humas dan PDE Setkab Pelalawan, Farid Mukhtar, S.Sos, Rabu (4/6/2014).

Diungkapkan Farid Mukhtar, laporan diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Riau kepada Bupati Pelalawan HM Harris di Pekanbaru hari ini.

"Alhamdulillah Kabupaten Pelalawan kembali meraih opini WTP untuk kedua kalinya,"tandasnya.



- Sumber: www.goriau.com

Camat Pelalawan Mengukuhkan MPA Kecamatan Pelalawan

Written By black wiedy on Selasa, 03 Juni 2014 | 17.48

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Pangkalan Kerinci - Pelalawan - Masyarakat Peduli Api (MPA) se Kecamatan Pelalawan akhirnya secara resmi dikukuhkan oleh Camat Pelalawan, Djoko Purnomo di aula kantor Kecamatan Pelalawan, Senin (2/6/2014).

Pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA merupakan kerjasama yang dilakukan oleh PT SAU bersama mitra kerjanya yakni PT Madukoro, CV Tuah Negeri, CV Mutiara Lestari, CV Alam Lestari dan CV Harapan Jaya bersama unsur Upika Kecamatan Pelalawan beserta Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Pelalawan.

Acara pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA ternyata cukup menarik animo masyarakat di wilayah administrasi Kecamatan Pelalawan. Tidak kurang, sekitar 90-an warga yang terdiri dari Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Delik, Ransang, Kuala Tolam dan Sungai Ara hadir dan berpartispasi dalam kegiatan sukarela tersebut.

Perwakilan Manajemen PT Selaras Abadi Utama (SAU), H Suparjo mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pembentukan MPA merupakan salah satu jawaban atas pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

''Perusahaan berupaya memfasilitasi dan memberikan bekal pelatihan kepada masyarakat mengingat resiko kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau sangat tinggi, salah satunya dengan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA),'' kata Suparjo.

Meskipun MPA sudah terbentuk, Suparjo juga mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan dirasakan masih sangat tinggi karena pengetahuan masyarakat tentang dampak kebakaran hutan masih sangat minim.

''Sudah menjadi rahasia umum kebakaran hutan dan lahan terjadi karena ulah oknum masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sayang sekali apabila terdapat kabut asap hasil kebakaran tentu saja akan merugikan masyarakat, apalagi anak-anak yang harus diliburkan sekolahnya karena asap,'' jelas Suparjo.

Ia juga mengatakan, dalam mencegah munculnya Karhutla, PT SAU bersama mitra kerja selalu menerapkan zero burning dalam melakukan pengelolaan lahan mengingat kerugian dari kebakaran hutan sangat merugikan dilihat dari aspek manapun.

Camat Pelalawan, Djoko Purnomo juga mengamini apabila munculnya titik api karena ulah tangan manusia. Pihaknya juga berharap, dengan dibentuknya MPA di Kecamatan Pelalawan potensi kebakaran dapat diminimalisir. ''Kami sangat berharap tahun depan tidak ada lagi kebakaran,'' jelas Djoko.

Pihaknya juga menggaris bawahi upaya penaggulangan kebakaran hutan dan lahan harus juga ada partisipasi masyarakat dan tentu saja harus ada hubungan yang sinergi baik masyarakat, pemerintah maupun perusahaan.

''Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selain itu tindakan yang melanggar hukum, hal ini juga merugikan masyarakat umum. Dan apabila ditemukan lahan yang terbakar segera laporkan kepada pihak terkait untuk dilakukan pemadaman,'' terang Indera.

Pada akhir sosialisasi sebanyak 90-an warga yang tergabung dalam MPA Kecamatan Pelalawan melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan juga menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi. Selain dibekali dengan sosialisasi dan pelatihan, peserta MPA juga diberikan atribut pemadaman baik itu seragam, topi, sepatu bot dan mesin pompa bertekanan tinggi untuk menunjang aktifitas MPA.- 

Sumber: www.goriau.com

DANAU WISATA BETUNG YANG TERLUPA KAN

Written By black wiedy on Sabtu, 24 Mei 2014 | 16.48

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA

Danau Betung

Pelalawan- Pankalan Kerinci - Ini adalah tempat wisata yang terlupakan oleh pemerintah kabupaten Pelalawan, tepat nya di desa Betung kecamatan PKL Kuras.rumah adat yg berada tepat di tengah danau ini tidak pernah di tinjau atau pun di renofasi oleh pemda padahal ini bisa di jadikan salah satu tujuan wisata di kab Pelalawan jika di kelola dengan baik."saya sebagai seorang mahasiswa sangat kecewa karna pemda tidak pernah memperhatikan rumah adat Petalangan ini padahal rumah ini juga saksi bisu berdiri nya kab Pelalawan".

Untuk menuju desa Betung, anda bisa menggunakan sepeda motor atau bisa juga menggunakan mobil, hanya saja untuk mencapai desa Betung ini, anda akan menempuh berjalanan darat yang berbatu dan berlubang, karena desa Bentung menjadi tempat hilir mudik berbagai mobil balak atau pengangkut Kayu."ini adalah salah satu kendala yang membuat danau ini jarang di kunjungin wisatawan. Sepanjang perjalanan anda akan menemui berbagai rumah asli khas melayu yang masih berciri khas rumah panggung, masyaratnya juga masih berkebun secara tradisional walau sudah banyak juga yang mulai menerapkan berbagai prinsip baru dalam berkebun.

Desa Betung memiliki pesona yang mengagumkan, memiliki bangunan Pusat Budaya Petalangan yang bisa anda jadikan sebagai sebuah objek wisata sejarah sekaligus wisata budaya. Anda berkunjung ke sana gratis alias tidak dipunggut biaya.

Pesona bangunan Pusat Budaya Petalangan layak menjadi sebuah tempat untuk menenangkan diri, mushala juga tersedia, rumah adat khas Budaya Petalangan juga  ada, semua tersaji dalam sebuah danau cantik di area yang cukup luas. Anda bisa juga memancing disana. Anda juga bisa mengajak keluarga anda berekreasi disana, suasana yang nyaman, teduh ditambah angin yang sepoi-sepoi tentu saja menjadikan suasana perjalanan rohani anda semakin nikmat.

Kiriman dari: ARLI.S

Akibat Kabut Asap, Mobil Dishut Pelalawan Riau Terjungkal Masuk Hutan

Written By black wiedy on Senin, 03 Maret 2014 | 19.02

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA

Masarudin/pasangmata.com
Mobil Dinas Kehutanan Pelalawan melaju dan tiba-tiba terjungkal masuk ke dalam hutan. Diduga hal ini terjadi karena kabut asap yang terjadi di Riau.

"Dia pulang dinas dan mobilnya melaju. Tahu-tahu terjungkal padahal jalanan lengang," kata saksi mata bernama Masarudin yang mengirimkan foto peristiwa ini ke pasangmata.com, Senin (3/3/2014).

Mobil Mitsubishi Strada warna hijau ini terjungkal di ruas Jalan Bakti Praja, Pelalawan, Riau, pada pukul 16.30 WIB. Sang pengemudi langsung pergi meninggalkan lokasi sesaat setelah mobilnya terbalik di dekat pohon besar.

"Tapi memang kabut asap sedang tebal ini," ujar Masarudin.

Tidak ada korban dari peristiwa ini. Namun pihak kepolisian setempat tengah mencari pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu. Proses evakuasi juga masih berjalan.

"Informasinya, pengemudi pulang kerja," tutup Masarudin.

sumber Detik.Com

Akhirnya, Pelalawan Akan Segera Miliki Alat ISPU Sendiri

Written By black wiedy on Kamis, 27 Februari 2014 | 12.13

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA



PANGKALAN KERINCI - PELALAWAN , - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan rencananya akan ikut dalam lelang pengadaan alat Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dari anggaran APBN melalui Pusat Pengelolaan Eko Regiaon (PTE) Sumatra di tahun 2014 ini.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BLH Kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar, Kamis (27/2/2014). Menurut pihaknya telah mempersiapkan administrasi dan tinggal menunggu persetujuan dari Bupati Pelalawan H.M.Harris.

"Berkasnya cuma tinggal ditandatangani saja oleh pak Bupati dan akan segera dikirim ke PTE Sumatra,"katanya.

Dikatakan Samsul, wacana untuk memiliki alat pengukur kadar pencemaran udara ini sudah lama, tapi terhalang oleh beberapa hal.

"Namun pada tahun ini Pemkab Pelalawan melalui BLH serius untuk memiliki alat ISPU sendiri. Selama ini alat ISPU yang kita pakai milik Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatra, kita hanya pinjam untuk beberapa hari saja ataupun permintaan kita untuk sekedar tahu tingkat pencemaran udara,"jelasnya.

Samsul Anwar menambahkan, jika Pelalawan sudah memiliki alat ISPU sendiri tentunya akan lebih cepat dalam mengambil tindakan yang harus dilakukan.


- Sumber: Goriau.com

Udara di Pelalawan Sangat Tidak Sehat

Written By black wiedy on Senin, 24 Februari 2014 | 11.11

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Illustrasi alat pemantau pencemaran udara
PANGKALAN KERINCI- PELALAWAN - Udara di Pelalawan pada hari ini, Senin (24/2), masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu terpantau melalui alat pendeteksi udara yakni ISPU.

"Udara di Pelalawan saat ini sangat tidak sehat. Sesuai pendeteksi ISPU yang kita pinjam dari Pekanbaru," terang Sekkab Pelalawan, Tengku Mukhlis dalam membuka rapat koordinasi antara Pemda Pelalawan bersama PT RAPP dan PT Arara Abadi.

Sedangkan jarak pandang di Pelalawan, hanya 100 meter saja. Demikian juga dengan kelembaban udara sangat tinggi mencapai 100 persen. Hingga saat ini rapat mencari solusi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berlangsung.


Ditemukan Tujuh Ekor Gajah Mati di Wilayah Konsesi PT RAPP

Written By black wiedy on Sabtu, 22 Februari 2014 | 18.01

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


illustrasi gajah mati

PANGKALANKERINCI-PELALAWAN, - Tujuh ekor gajah ditemukan mati di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah, Kabupaten Pelalawan. Dugaan sementara kematian ke 7 ekor gajah tersebut diduga sengaja diracun oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dugaan lain juga muncul, gajah-gajah tersebut sengaja diburu untuk diambil gadingnya.

"Jumat kemarin (21/2/2014) sekitar pukul 16.00 WIB telah diperoleh informasi dari petugas WWF atas nama Syam (45). Dari informasi itu beberapa waktu Sabtu (15/2/2014) telah ditemukan 2 ekor gajah jantan dalam keadaan mati yang berada di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Suprijadi melalui Kasubag Humas Polres Pelalawan AKP. Lumban G Toruan, Sabtu (22/2/2014).

Lebih lanjut Lumban menyebutkan, dari TNTN, BKSDA dan WWF pada Minggu lalu (16/2/2014) juga berhasil menemukan lagi 4 ekor gajah mati yang kondisinya hanya tinggal tulang belulang saja.

"Dan pada Jumat kemarin (21/2/2014) ditemukan lagi 1 bangkai gajah yang sudah menjadi tulang. Jadi di dapat rincian 7 ekor bangkai gajah, diantaranya 1 ekor betina dan 6 ekor jantan," sebutnya.

Diuraikan Lumban, diperkirakan 1 ekor betina umur 30 tahun, 6 ekor jantan umur 1,5 tahun, sedangkan gadingnya sudah tidak ada lagi (hilang).

"Saat ini bangkai gajah yang sudah menjadi tulang belulang tersebut sudah di amankan oleh pihah BKSDA. Diperkirakan gajah tersebut mati karena di racun,"jelasnya.

Lumban menambahkan, kematian gajah tersebut saat ini di tangani oleh Penyidik Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan. Dan tindakan Kepolisian membantu penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.


- Sumber: Goriau.Com
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Admin 2012 | SomeRight Reserved Copyright © 2011. Kerinci Daily - All Rights Reserved