Latest Post

Akibat Kabut Asap, Mobil Dishut Pelalawan Riau Terjungkal Masuk Hutan

Written By black wiedy on Senin, 03 Maret 2014 | 19.02

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA

Masarudin/pasangmata.com
Mobil Dinas Kehutanan Pelalawan melaju dan tiba-tiba terjungkal masuk ke dalam hutan. Diduga hal ini terjadi karena kabut asap yang terjadi di Riau.

"Dia pulang dinas dan mobilnya melaju. Tahu-tahu terjungkal padahal jalanan lengang," kata saksi mata bernama Masarudin yang mengirimkan foto peristiwa ini ke pasangmata.com, Senin (3/3/2014).

Mobil Mitsubishi Strada warna hijau ini terjungkal di ruas Jalan Bakti Praja, Pelalawan, Riau, pada pukul 16.30 WIB. Sang pengemudi langsung pergi meninggalkan lokasi sesaat setelah mobilnya terbalik di dekat pohon besar.

"Tapi memang kabut asap sedang tebal ini," ujar Masarudin.

Tidak ada korban dari peristiwa ini. Namun pihak kepolisian setempat tengah mencari pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu. Proses evakuasi juga masih berjalan.

"Informasinya, pengemudi pulang kerja," tutup Masarudin.

sumber Detik.Com

Akhirnya, Pelalawan Akan Segera Miliki Alat ISPU Sendiri

Written By black wiedy on Kamis, 27 Februari 2014 | 12.13

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA



PANGKALAN KERINCI - PELALAWAN , - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan rencananya akan ikut dalam lelang pengadaan alat Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dari anggaran APBN melalui Pusat Pengelolaan Eko Regiaon (PTE) Sumatra di tahun 2014 ini.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BLH Kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar, Kamis (27/2/2014). Menurut pihaknya telah mempersiapkan administrasi dan tinggal menunggu persetujuan dari Bupati Pelalawan H.M.Harris.

"Berkasnya cuma tinggal ditandatangani saja oleh pak Bupati dan akan segera dikirim ke PTE Sumatra,"katanya.

Dikatakan Samsul, wacana untuk memiliki alat pengukur kadar pencemaran udara ini sudah lama, tapi terhalang oleh beberapa hal.

"Namun pada tahun ini Pemkab Pelalawan melalui BLH serius untuk memiliki alat ISPU sendiri. Selama ini alat ISPU yang kita pakai milik Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatra, kita hanya pinjam untuk beberapa hari saja ataupun permintaan kita untuk sekedar tahu tingkat pencemaran udara,"jelasnya.

Samsul Anwar menambahkan, jika Pelalawan sudah memiliki alat ISPU sendiri tentunya akan lebih cepat dalam mengambil tindakan yang harus dilakukan.


- Sumber: Goriau.com

Udara di Pelalawan Sangat Tidak Sehat

Written By black wiedy on Senin, 24 Februari 2014 | 11.11

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Illustrasi alat pemantau pencemaran udara
PANGKALAN KERINCI- PELALAWAN - Udara di Pelalawan pada hari ini, Senin (24/2), masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu terpantau melalui alat pendeteksi udara yakni ISPU.

"Udara di Pelalawan saat ini sangat tidak sehat. Sesuai pendeteksi ISPU yang kita pinjam dari Pekanbaru," terang Sekkab Pelalawan, Tengku Mukhlis dalam membuka rapat koordinasi antara Pemda Pelalawan bersama PT RAPP dan PT Arara Abadi.

Sedangkan jarak pandang di Pelalawan, hanya 100 meter saja. Demikian juga dengan kelembaban udara sangat tinggi mencapai 100 persen. Hingga saat ini rapat mencari solusi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berlangsung.


Ditemukan Tujuh Ekor Gajah Mati di Wilayah Konsesi PT RAPP

Written By black wiedy on Sabtu, 22 Februari 2014 | 18.01

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


illustrasi gajah mati

PANGKALANKERINCI-PELALAWAN, - Tujuh ekor gajah ditemukan mati di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah, Kabupaten Pelalawan. Dugaan sementara kematian ke 7 ekor gajah tersebut diduga sengaja diracun oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dugaan lain juga muncul, gajah-gajah tersebut sengaja diburu untuk diambil gadingnya.

"Jumat kemarin (21/2/2014) sekitar pukul 16.00 WIB telah diperoleh informasi dari petugas WWF atas nama Syam (45). Dari informasi itu beberapa waktu Sabtu (15/2/2014) telah ditemukan 2 ekor gajah jantan dalam keadaan mati yang berada di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Suprijadi melalui Kasubag Humas Polres Pelalawan AKP. Lumban G Toruan, Sabtu (22/2/2014).

Lebih lanjut Lumban menyebutkan, dari TNTN, BKSDA dan WWF pada Minggu lalu (16/2/2014) juga berhasil menemukan lagi 4 ekor gajah mati yang kondisinya hanya tinggal tulang belulang saja.

"Dan pada Jumat kemarin (21/2/2014) ditemukan lagi 1 bangkai gajah yang sudah menjadi tulang. Jadi di dapat rincian 7 ekor bangkai gajah, diantaranya 1 ekor betina dan 6 ekor jantan," sebutnya.

Diuraikan Lumban, diperkirakan 1 ekor betina umur 30 tahun, 6 ekor jantan umur 1,5 tahun, sedangkan gadingnya sudah tidak ada lagi (hilang).

"Saat ini bangkai gajah yang sudah menjadi tulang belulang tersebut sudah di amankan oleh pihah BKSDA. Diperkirakan gajah tersebut mati karena di racun,"jelasnya.

Lumban menambahkan, kematian gajah tersebut saat ini di tangani oleh Penyidik Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan. Dan tindakan Kepolisian membantu penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.


- Sumber: Goriau.Com

Sambut Hari Sampah Nasional, SDN 007 Pangkalan Kerinci Gelar Fasion Show Berbahan Sampah

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


PANGKALANKERINCI, Pelalawan - Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional, pada hari Sabtu pagi (22/2/2014), SDN 007 pimpinan Hj Syamsidar menggelar lomba fashion show yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang.

Selain di gelar lomba fashion show, sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Sampah Nasional, sebelumnya para siswa juga bersama-sama bergotong royong memungut sampah yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

"Kita menginginkan dengan adanya hari sampah nasional ini, para siswa di sekolah ini makin menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan," terang Kepala Sekolah SDN 007, Hj Syamsidar, Sabtu (22/2/2014).

Syamsidar mengatakan, bahwa dalam perlombaan fashion show dengan peraturan memakai bahan-bahan daur ulang itu di ikuti oleh sejumlah siswa di sekolah ini. Bahan-bahan daur ulang itu kembali dibuat menjadi pakaian, topi, tas dan berbagai bahan bentuk lainnya.

"Ini menunjukkan bahwa barang-barang yang tersisa di rumah ternyata masih bisa di gunakan kembali,"ujarnya.

"Ini juga mengajarkan agar para siswa menjadi kreatif dengan barang-barang yang ada di rumah," katanya.

- Sumber: GoRiau.Com

Dari 237, Hanya 175 Koperasi yang Aktif di Pelalawan

Written By black wiedy on Jumat, 21 Februari 2014 | 00.32

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


PANGKALAN KERINCI-PELALAWAN - Seluruh koperasi yang berdiri di Pelalawan tampaknya perlu diperhatikan khusus. Pasalnya, dari 237 koperasi yang ada di daerah ini, hanya 175 koperasi yang aktif dan selebihnya dinyatakan sakit.

Dari jumlah itu, hanya ada 60 koperasi yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama dua tahun berturut-turut.

Data itu berdasarkan Dinas Koperasi Pelalawan (Diskop). Menurut Kepala Diskop dr Milyono kepada wartawan, Rabu (19/2), mengatasi masalah koperasi yang sakit itu pihaknya kini telah menyediakan tenaga pendamping di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan.

"Kita menyediakan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan yang bekerja di 12 kecamatan. Jumlah keseluruhannya 13 orang, karena satu orang lagi menjadi koordinator para petugas penyuluh itu," terangnya.

Dijelaskannya, petugas penyuluh koperasi yang berpendidikan sarjana dan berbasic ekonomi, diharapkan koperasi-koperasi yang sakit itu dapat kembali aktif, minimal rutin menggelar RAT satu tahun sekali. Dalawam waktu dekat, pihaknya meresmikan Koperasi Bukit Gajah dan melihat RAT di koperasi itu yang langsung dilakukan oleh Bupati Pelalawan, HM Harris.

sumber Tribun Pekanbaru

267 Honorer K2 Pelalawan Dinyatakan Lulus Tes CPNS

Written By black wiedy on Sabtu, 15 Februari 2014 | 08.24

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


PANGKALAN KERINCI, Pelalawan - Sebanyak 267 honorer kategori II Pemda Pelalawan dinyatakan lulus tes CPNS oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan). Pengumuman kelulusan tersebut tertulis di web khusus yang disiapkan Kemenpan dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri, S.Kom, para honorer kategori II yang dinyatakan lulus tinggal menunggu pengesahan melalui surat resmi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

"Kami nunggu surat resmi Panselnas yang biasanya disertai waktu pemberkasan dan penelitian," ujar Andi di kantornya, Jumat (14/2/2014).

Menurut Andi, honorer kategori II yang lulus bisa saja dibatalkan kelulusannya kalau ada di temukan dokumen yang tidak sesuai pada saat pemberkasan.l

"Kemungkinan pembatalan tidak ada, tapi jika dalam pemberkasan ditemukan hal yang tidak sesuai bisa saja,"ujar Andi.

Sementara, Andi menambahkan, untuk honorer kategori II yang tidak lulus seleksi, pihaknya masih menunggu kebijakan nasional.

"Kita akan tunggu, dan kita akan melaporkan dulu ke Bupati san Sekda tindak lanjut apa yang akan kita lalukan, namun tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat,"tutupnya.


- Sumber: GoRiau.Com
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Admin 2012 | SomeRight Reserved Copyright © 2011. Kerinci Daily - All Rights Reserved