Latest Post

Pangkalan Kerinci Kembali di Selimuti Kabut Asap

Written By black wiedy on Selasa, 16 September 2014 | 10.38

PANGKALAN KERINCI- Pelalawan -Pagi ini, Selasa (16/9), kabut asap mulai menyelimuti kota Pangkalan Kerinci. Kondisi kabut tebal ini, sudah terasa sejak dua hari terakhir.
Pantauan tribun di sekitar komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, kabut lebih pekat jika dipandang dari dataran tertinggi di areal perkantoran tersebut, seperti Mejid Ulul Azmi. Jarak pandang yang minim, diperkirakan hanya 150 meter, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraannya.
Demikian juga para pegawai yang hendak berangkat ke kantor, terpaksa mengurangi kecepatan meskipun telah terburu-buru. Namun belum ada pengendaran yang menggunakan masker.
"Kabutnya semakin tebal, dibanding kemarin. Tapi menurut informasi, titik api di Pelalawan nihil, kok asap makin tebal," ujar seorang pengendara, Rahmat (35), kepada tribun.

Sumber: tribun pekanbaru

SMK N 1 PANGKALAN KERINCI Gelar Orientasi Pramuka

Written By black wiedy on Senin, 15 September 2014 | 17.02

PELALAWAN -Pangkalan Kerinci- Guna mensukseskan dan menindaklanjuti implementasi penerapan program Kurikulum 2013 kedalam program pembelajaran di sekolah, Majelis Pembimbing Gugus depan 205-206 SMKN 1 Pangkalan Kerinci, menggelar Orientasi sehari kegiatan pramuka bagi siswa kelas XI SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Sabtu (13/9) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini, diikuti oleh sebanyak 394 peserta dari 16 jurusan kelas XI yang ada di sekolah tersebut. Dalam kegiatan orientasi tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan MD Rizal MPd diwakili Ali Uban SPd, Waka Humas dan Abdi Masyarakat Majelis Pembimbing Cabang Pelalawan H Azwar Zainal SAg beserta anggota Mabicab Syamsul Arifin Okky Aminawa selaku pemateri.
 
Demikian hal ini disampaikan Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan 205-206 SMKN 1 Pangkalan Kerinci Nurasia MPd pada media ini, Ahad (14/9) kemarin di Pangkalan Kerinci. Menurutnya, orientasi sehari kegiatan pramuka bagi siswa kelas XI SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini digelar, selain untuk menindaklanjuti implementasi penerapan Kurikulum 2013 kedalam program pembelajaran disekolah, juga untuk membina karakter siswa yang akan turun melaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) pada pertengahan Oktober mendatang.
 
"Orientasi sehari kegiatan pramuka bagi siswa kelas XI ini kita gelar, selain untuk menindaklanjuti implementasi penerapan Kurikulum 2013 ke dalam program pembelajaran di sekolah, juga untuk membina karakter siswa bagaimana menghadapi prakerin nantinya. Sehingga dapat menjadi siswa yang terampil, ahli dibidangnya, memiliki kompentensi dan memiliki karakter yang terpuji dalam menjalankan prakerin nantinya," terangnya.
 
Dijelaskan Nurasia yang juga merupakan Kepsek SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini, bahwa penerapan kegiatan pramuka di bekas sekolah rintisan RSBI ini, akan dilaksanakan dalam 3 metode yakni metode blok, aktualisasi dan reguler. Khusus untuk penerapan metode blok, kegiatan pramuka ini menjadi mata pelajaran wajib di SMKN 1 Pangkalan Kerinci dengan waktu 2 jam dalam 1 minggu. Dan wajib menggelar minimal 1 kali perkemahan dalam 1 tahun.
 
"Sedangkan untuk penerapan metode aktualisasi, bagaimana para siswa dalam kesehariannya memiliki karekter yang terpuji dalam pramuka seperti etika dan moral. Dan untuk metode Reguler ini, para siswa diharapkan dapat mengambil kegiatan pramuka sebagai kegiatan ekstrakulikuler diluar jam wajib pembelajaran yang didampingi oleh pembina ekstrakulikulernya, untuk meningkatkan kompetensi melalui gugus depan," paparnya. 
 
Ditambahkan Nurasia, bahwa dalam kegiatan orientasi yang meliputi Gerakan pramuka peduli lingkungan dan Gerakan pramuka peduli bersama ini, pihaknya juga melakukan penanaman puluhan batang pohon pelindung jenis mahoni disepanjang jalan SP 6 kecamatan Pangkalan Kerinci.
 
"Selain itu, kita juga memberikan bantuan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah, sembako dan santunan kepada anak yatim panti asuhan Salsabila. Dan dana bantuan ini, berasal dari para pelajar untuk menanamkan jiwa kepedulian sosial terhadap sesama serta menanamkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan. Untuk itu, kita harap dengan adanya kegiatan orientasi pramuka Gudep 205-206 SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini, dapat menjadikan para siswa memiliki rasa kepedulian yang tinggi antar sesama, keluarga serta lingkungan, sehingga tujuan pendidikan kepramukaan dapat tercapai," tutupnya.

Sumber: detak pelalawan

Pelalawan Kembali Meraih Opini WTP dari BPK

Written By black wiedy on Rabu, 04 Juni 2014 | 15.40

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Bupati Pelalawan
Pangkalan Kerinci - Pelalawan- Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedua kalinya dari BPK RI.

"Hari ini Bupati Pelalawan terima laporan hasil pemeriksaan BPK tahun 2013 dengan opini wajar tanpa pengecualian,"sebut Kabag Humas dan PDE Setkab Pelalawan, Farid Mukhtar, S.Sos, Rabu (4/6/2014).

Diungkapkan Farid Mukhtar, laporan diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Riau kepada Bupati Pelalawan HM Harris di Pekanbaru hari ini.

"Alhamdulillah Kabupaten Pelalawan kembali meraih opini WTP untuk kedua kalinya,"tandasnya.



- Sumber: www.goriau.com

Camat Pelalawan Mengukuhkan MPA Kecamatan Pelalawan

Written By black wiedy on Selasa, 03 Juni 2014 | 17.48

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA


Pangkalan Kerinci - Pelalawan - Masyarakat Peduli Api (MPA) se Kecamatan Pelalawan akhirnya secara resmi dikukuhkan oleh Camat Pelalawan, Djoko Purnomo di aula kantor Kecamatan Pelalawan, Senin (2/6/2014).

Pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA merupakan kerjasama yang dilakukan oleh PT SAU bersama mitra kerjanya yakni PT Madukoro, CV Tuah Negeri, CV Mutiara Lestari, CV Alam Lestari dan CV Harapan Jaya bersama unsur Upika Kecamatan Pelalawan beserta Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Pelalawan.

Acara pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA ternyata cukup menarik animo masyarakat di wilayah administrasi Kecamatan Pelalawan. Tidak kurang, sekitar 90-an warga yang terdiri dari Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Delik, Ransang, Kuala Tolam dan Sungai Ara hadir dan berpartispasi dalam kegiatan sukarela tersebut.

Perwakilan Manajemen PT Selaras Abadi Utama (SAU), H Suparjo mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pembentukan MPA merupakan salah satu jawaban atas pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

''Perusahaan berupaya memfasilitasi dan memberikan bekal pelatihan kepada masyarakat mengingat resiko kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau sangat tinggi, salah satunya dengan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA),'' kata Suparjo.

Meskipun MPA sudah terbentuk, Suparjo juga mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan dirasakan masih sangat tinggi karena pengetahuan masyarakat tentang dampak kebakaran hutan masih sangat minim.

''Sudah menjadi rahasia umum kebakaran hutan dan lahan terjadi karena ulah oknum masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sayang sekali apabila terdapat kabut asap hasil kebakaran tentu saja akan merugikan masyarakat, apalagi anak-anak yang harus diliburkan sekolahnya karena asap,'' jelas Suparjo.

Ia juga mengatakan, dalam mencegah munculnya Karhutla, PT SAU bersama mitra kerja selalu menerapkan zero burning dalam melakukan pengelolaan lahan mengingat kerugian dari kebakaran hutan sangat merugikan dilihat dari aspek manapun.

Camat Pelalawan, Djoko Purnomo juga mengamini apabila munculnya titik api karena ulah tangan manusia. Pihaknya juga berharap, dengan dibentuknya MPA di Kecamatan Pelalawan potensi kebakaran dapat diminimalisir. ''Kami sangat berharap tahun depan tidak ada lagi kebakaran,'' jelas Djoko.

Pihaknya juga menggaris bawahi upaya penaggulangan kebakaran hutan dan lahan harus juga ada partisipasi masyarakat dan tentu saja harus ada hubungan yang sinergi baik masyarakat, pemerintah maupun perusahaan.

''Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selain itu tindakan yang melanggar hukum, hal ini juga merugikan masyarakat umum. Dan apabila ditemukan lahan yang terbakar segera laporkan kepada pihak terkait untuk dilakukan pemadaman,'' terang Indera.

Pada akhir sosialisasi sebanyak 90-an warga yang tergabung dalam MPA Kecamatan Pelalawan melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan juga menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi. Selain dibekali dengan sosialisasi dan pelatihan, peserta MPA juga diberikan atribut pemadaman baik itu seragam, topi, sepatu bot dan mesin pompa bertekanan tinggi untuk menunjang aktifitas MPA.- 

Sumber: www.goriau.com

DANAU WISATA BETUNG YANG TERLUPA KAN

Written By black wiedy on Sabtu, 24 Mei 2014 | 16.48

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA

Danau Betung

Pelalawan- Pankalan Kerinci - Ini adalah tempat wisata yang terlupakan oleh pemerintah kabupaten Pelalawan, tepat nya di desa Betung kecamatan PKL Kuras.rumah adat yg berada tepat di tengah danau ini tidak pernah di tinjau atau pun di renofasi oleh pemda padahal ini bisa di jadikan salah satu tujuan wisata di kab Pelalawan jika di kelola dengan baik."saya sebagai seorang mahasiswa sangat kecewa karna pemda tidak pernah memperhatikan rumah adat Petalangan ini padahal rumah ini juga saksi bisu berdiri nya kab Pelalawan".

Untuk menuju desa Betung, anda bisa menggunakan sepeda motor atau bisa juga menggunakan mobil, hanya saja untuk mencapai desa Betung ini, anda akan menempuh berjalanan darat yang berbatu dan berlubang, karena desa Bentung menjadi tempat hilir mudik berbagai mobil balak atau pengangkut Kayu."ini adalah salah satu kendala yang membuat danau ini jarang di kunjungin wisatawan. Sepanjang perjalanan anda akan menemui berbagai rumah asli khas melayu yang masih berciri khas rumah panggung, masyaratnya juga masih berkebun secara tradisional walau sudah banyak juga yang mulai menerapkan berbagai prinsip baru dalam berkebun.

Desa Betung memiliki pesona yang mengagumkan, memiliki bangunan Pusat Budaya Petalangan yang bisa anda jadikan sebagai sebuah objek wisata sejarah sekaligus wisata budaya. Anda berkunjung ke sana gratis alias tidak dipunggut biaya.

Pesona bangunan Pusat Budaya Petalangan layak menjadi sebuah tempat untuk menenangkan diri, mushala juga tersedia, rumah adat khas Budaya Petalangan juga  ada, semua tersaji dalam sebuah danau cantik di area yang cukup luas. Anda bisa juga memancing disana. Anda juga bisa mengajak keluarga anda berekreasi disana, suasana yang nyaman, teduh ditambah angin yang sepoi-sepoi tentu saja menjadikan suasana perjalanan rohani anda semakin nikmat.

Kiriman dari: ARLI.S

Akibat Kabut Asap, Mobil Dishut Pelalawan Riau Terjungkal Masuk Hutan

Written By black wiedy on Senin, 03 Maret 2014 | 19.02

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA

Masarudin/pasangmata.com
Mobil Dinas Kehutanan Pelalawan melaju dan tiba-tiba terjungkal masuk ke dalam hutan. Diduga hal ini terjadi karena kabut asap yang terjadi di Riau.

"Dia pulang dinas dan mobilnya melaju. Tahu-tahu terjungkal padahal jalanan lengang," kata saksi mata bernama Masarudin yang mengirimkan foto peristiwa ini ke pasangmata.com, Senin (3/3/2014).

Mobil Mitsubishi Strada warna hijau ini terjungkal di ruas Jalan Bakti Praja, Pelalawan, Riau, pada pukul 16.30 WIB. Sang pengemudi langsung pergi meninggalkan lokasi sesaat setelah mobilnya terbalik di dekat pohon besar.

"Tapi memang kabut asap sedang tebal ini," ujar Masarudin.

Tidak ada korban dari peristiwa ini. Namun pihak kepolisian setempat tengah mencari pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu. Proses evakuasi juga masih berjalan.

"Informasinya, pengemudi pulang kerja," tutup Masarudin.

sumber Detik.Com

Akhirnya, Pelalawan Akan Segera Miliki Alat ISPU Sendiri

Written By black wiedy on Kamis, 27 Februari 2014 | 12.13

SELAMAT DATANG DI TUAH NEGERI SEIYA SEKATA



PANGKALAN KERINCI - PELALAWAN , - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan rencananya akan ikut dalam lelang pengadaan alat Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dari anggaran APBN melalui Pusat Pengelolaan Eko Regiaon (PTE) Sumatra di tahun 2014 ini.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BLH Kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar, Kamis (27/2/2014). Menurut pihaknya telah mempersiapkan administrasi dan tinggal menunggu persetujuan dari Bupati Pelalawan H.M.Harris.

"Berkasnya cuma tinggal ditandatangani saja oleh pak Bupati dan akan segera dikirim ke PTE Sumatra,"katanya.

Dikatakan Samsul, wacana untuk memiliki alat pengukur kadar pencemaran udara ini sudah lama, tapi terhalang oleh beberapa hal.

"Namun pada tahun ini Pemkab Pelalawan melalui BLH serius untuk memiliki alat ISPU sendiri. Selama ini alat ISPU yang kita pakai milik Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatra, kita hanya pinjam untuk beberapa hari saja ataupun permintaan kita untuk sekedar tahu tingkat pencemaran udara,"jelasnya.

Samsul Anwar menambahkan, jika Pelalawan sudah memiliki alat ISPU sendiri tentunya akan lebih cepat dalam mengambil tindakan yang harus dilakukan.


- Sumber: Goriau.com
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Admin 2012 | SomeRight Reserved Copyright © 2011. Kerinci Daily - All Rights Reserved